Sebuah karya tidak lahir secara serta-merta. Butuh ketelatenan, karena garis tidak hanya terbentuk dari goresan pena, namun juga oleh rentetan titik-titik.
Jumat, 13 Mei 2011
KOSONG
Minggu, 08 Mei 2011
Sepeti Ingin Tapi Tak Ingin
Senin, 12 April 2010
Minum SBY!!
Pernah mencicipi susu sapi? bagaimana dengan susu kedelai? pasti sudah biasa dan sudah hafal dengan rasanya. lalu bagaimana dengan susu biji karet?? nama biji karet yang sudah asing bagi kita, ditambah dengan susu yang etrbuat dari bahan tersebut.
Susu biji karet yang diberi brain SBY alias susu bika (biji karet) Yogya ini adalah salah satu produk PKM-K dari Tim Bika sendiri, yaitu yang terdiri dari Amalia Dewi Saraswati (Fakultas pertanian UGM), Fauziatul Fitriyah (Fakultas Biologi UGM) dan Idha Jatiningsih (Fakultas Kehutanan UGM). susu berbahan dasar biji karet ini adalah salah satu alternatif utnuk emningkatkan nilai jual biji karet sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat untuk emmbeli susu, kenapa demikian? karena biji karet adalah bahan yang memiliki nilai jual mentah yang murah, bahkan tidak banyak digunakan, sedangkan untuk pengembangannya masih sedikit. so, dengan pembuatan biji susu berbahan dasar biji karet mampu meningkatkan kualitas produk olahan dari biji karet itu sendiri.
Tahukah kalian??
Biji karet memiliki kandungan gizi yang tinggi juga loo, kadar proteinnya lebih tinggi dari pada kacang tanah, yang tidak kalah penting, kandungan antioksidannya juga tinggi, sehingga tidak salah lagi kalo sudah saatnya susu biji karet ini menjadi pilihan bagi masyarakat penikmat susu, silakan mencoba dan rasakan sendiri bedanya!
Kamis, 13 Agustus 2009
Tentang Cinta dan Menjadi Dewasa
Jumat, 06 Maret 2009
DZOLIM
Siapa yang salah dengan program pendidikan di Indonesia? Siapa yang bertanggung jawab atas kerancuan yang terjadi di tanah air? UAN, UAS, Pentingkah? Siapa yang salah? Pemerintah? Sekolah? Guru? Atau, siswa?
Selasa, 03 Februari 2009
Model Pembelajaran Sma Kelas 12
Sebagaimana kita ketahui bahawa siswa kelas 12 sma adalah siswa yang paling sensitif. Mengapa?? Ini adalah tahun terakhir bagi mereka untuk menganyam pendidikan secara formil (bahkan bisa dikatakan formal sekali).
Tahun ini siswa di berbagai sekolah mendapatkan perlakuan yang berbeda-beda sesuai dengan kebijaksanaan sekolah, berdasarkan rapat dewan guru. Namun, acap kali para ‘penggede’ sekolah kurang menyadari dan menanggapi ‘uneg-uneg’ siswa kelas tiga yang dalam kontekks ini justru menjadi objek kebijaksanaan sekolah dan menjadi subjek untuk menjalankannya.
Contohnya saja di salah satu SMA di solo. SMA ini menerapkan sistem TO (try out) di awal semester 2 dengan jadwal yang telah ditentukan. Namun, ternyata ketika try out tersebut dilaksanakan, justru banyak sekali bab-bab semester 2 yang belum selesai diajarkan. Padahal menurut jadwal try out yang telah ditentukan, kegiatan siswa sangat padat. Mulai dari jam pelajaran tambahan pagi maupun sore, sampai mengikuti bimbel di luar sekolah. Hal ini sungguh sangat memberatkan siswa, sebab waktu yang dimiliki siswa hanya tersortir untuk kegiatan yang telah direncanakan sekolah. Padahal, menurut saya kegiatan yang direncanakan itu tidak sepenuhnya baik untuk diterapkan dalam jangka waktu yang lama dan terus-menerus. Mengapa? Karena:
1) Guru hanya tersibukkan untuk menyelesaikan materi ang belum diajarka, sedangkan try out terus dilaksanakan.
2) Karena guru lebih condong pada menyelesaikan materi yang belum dibahas, siswa mau tidak mau harus patuh pada keputusan tersebut.
3) Waktu yang dimiliki siswa tersita pada rencana sekolah dan bimbel, sedangkan keduanya tidak berjalan seirama karena mempunyai prospek ke depan yang berbeda, walaupun sama-sama untuk kesuksesan UAN.
4) Dengan demikian, siswa tidak memiliki waktu untuk mengulangi materi yang secara subjektif belum ia pahami.
Sungguh sangat ironi melihat kedua lembaga yang memegang peranan penting dalam usaha untuk kesuksesan UAN siswa mempunyai prospek yang berbeda, yang pada akhirnya hanya akan membuat siswa bingung memilih mana yang harus diikuti.
Alangkah indahnya jika sekolah itu bekerja sama dengan suatu lembaga Bimbel untuk merencanakan kegiatan siswa mempersiapkan UAN. Hal ini akan membuat siswa menjadi lebih fokus pada satu prospek yang pasti dan mantab, serta lebih dapat dipercaya, sebab tidak hanya dari satu pihak saja. Dan tentunya, hal ini akan lebih menghemat waktu siswa sehingga masih mempunyai watu untuk istirahat dan menghilangkan ppenat yang menumpuk.
Semoga bermanfaat.