aku orang yang realistis, ketika kau tidak dapat meyakinkanku
maka bukan kau orangnya
aku hanya merasa tak punya siapa-siapa saja
aku bukan orang yang membiarkan kau menuruti keinginamu saja
sebenarnya, keegoisan itu punya siapa?
situasiku adalah tidak membiarkanmu melakukan sekehendakmu
karena aku juga punya keinginan
kau selalu dan selalu merasa kaulah yang paling menderita
kau yang paling serba salah
tahukah kau di sana, aku juga merasakan hal yang sama
ketika kau memaksakan kehendakmu, kau kira apa yang ku rasa?
apakah seperti ini sayangmu padaku?
kalau begitu, aku tak mau sayang itu
sayang yang hanya membahagiakanmu saja,
aku juga mau bahagia
kau bertindak seolah akulah yang tak bisa dimengerti,
kau lah yang tak mau mengertiku
aku buka selebar-lebarnya pintu hati ini
mengharapkan kau mau menempati salah satu relung
tapi, kau tetap saja tak mau menyapa
kau hanya mengetuk dan melihat-lihat dari luar
you never understand me!
seperti menunggu sesuatu yang tidak pasti
kau tidak pernah memberi kepastian
dan aku benci itu.
aku tak ingin menyalahkanmu, aku hanya kecewa kau tidak menghargai aku yang membuka hati untukmu
kau mengecewakanku begitu saja
dan pergi seolah-olah aku juga yang bersalah
aku benci penjelasanmu
aku benci ketidakmengertianmu
aku benci kata maafmu.
0 komentar:
Poskan Komentar